Yuk Tadabbur … QS. Al Alaq Ayat 1

Nabi Muhammad tidak pernah menyembah berhala. Beliau selalu melakukan tahannuf (menyendiri di dalam Gua Hira). Setiap sebulan sekali Beliau pulang.

Tahukah kita, Apa hikmah dari Rasulullah tidak dapat membaca?

Bahwasanya ALLAH berkehendak demikian agar orang-orang yakin bahwa ayat-ayat Al Qur’an memang berasal dari ALLAH SWT, bukan tulisan tangan Rasulullah.

Iqra = baca
Hal ini menunjukkan tentang dasar keilmuan atau disebut sebagai kunci ilmu pengetahuan, yaitu dengan membaca.
Semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin tinggi derajatnya.

Sebagaimana disebutkan dalam QS. Al Mujadillah : 11

11. Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Apakah sama orang yang berilmu dengan tidak berilmu???
Jawabannya tentu saja tidak.

Dalam menuntut ilmu, janganlah lupa membaca

“BISMILLAHIRROHMANIRROHIM”

sebagaimana yang tertera pada QS. Al Alaq ayat 1

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

Tahukah kita, bahwasanya makhluk yang ada di langit akan memintakan ampunan bagi orang-orang yang menuntut ilmu. Begitupun dengan makhluk yang ada di bumi. Salah satunya yaitu pasir-pasir yang kita injak ketika melangkahkan kaki ke majelis ilmu.

Berilmulah
jika tidak
Maka menuntut ilmulah
jika tidak
Cintailah ilmu
tapi jangan
Menjadi orang yang tidak berilmu, tidak suka menuntut ilmu, dan tidak mencintai ilmu.

Lantas, bagaimana ketika kita sudah memiliki ilmu????

Seperti halnya harta, ilmu juga memiliki zakat. Zakatnya ilmu adalah mengamalkan ilmunya. Orang yang memiliki ilmu namun tidak mengamalkan ilmunya, maka bagaikan lilin yang menyinari orang lain tapi membakar dirinya sendiri.

Orang yang memiliki ilmu, namun tidak bertambah hidayah dari ALLAH SWT, mungkin karena orang tersebut tidak membaca dengan

“Bismi Rabbik”.

Hal ini menimbulkan tidak akan bertambah kedekatannya dengan ALLAH, bahkan semakin jauh dengan ALLAH SWT.

Menuntut ilmu, lalu mendakwahi orang-orang yang berbuat kerusakan.
Berikut perumpaannya….

Inilah penjelasan dari perumpamaan di atas:
Orang-orang zalim akan membocorkan kapal dan perahu. Perahu pun akan tenggelam, dan semua orang yang ada di dalamnya akan tenggelam. Intinya, hal tersebut terjadi karena orang-orang yang berilmu, tidak mendakwahi orang yang zalim tersebut.

Sebagaimana seorang pembantu yang digaji oleh majikan, maka ia akan melakukan apa-apa yang diperintahkan oleh majikannya.

Bagaimana dengan kita????
Kita yang diciptakan oleh ALLAH SWT, diberi nikmat oleh ALLAH SWT, namun kita sering tidak memenuhi perintah ALLAH SWT. Tidak malukah kita????
ALLAH SWT lah yang menciptakan kita.
Pikirkanlah !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s