Tafsir QS. Al Mulk [67] : 1

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dengan Menyebut Nama ALLAH Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

1. Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu

SELURUH KERAJAAN ADA DALAM TANGAN ALLAH

                “Maha Suci Dia yang di dalam tangan-Nya segala kerajaan” (pangkal ayat pertama). Apabila kita membaca ayat pertama ini dengan khusyu’ dan memahami kandungannya secara mendalam, akan terasalah betapa Tuhan memberi ingatan kepada mansia dalam perebutan kekuasaan dan kemegahan dalam dunia ini bahwasanya Kerajaan yang sebenar Kerajaan, kekuasaan yang sebenar-benar kekuasaan hanya ada dalam tangan ALLAH SWT.

                Segala kerajaan dan kekuasaan yang ada di muka bumi ini, bagamanapun manusia mengejarnya, atau bagamanapun manusia mempertahankannya bila telah dapat, tidaklah dianya sebenar-benar kerajaan dan tidaklah dianya sebenar-benar kekuasaan. Bagaimanapun seorang raja (presiden) memerintahkan dengan segenap kekuatan, kegagahan dan kadang-kadang kesewenang-wenangan, namun kekuasaan yang seperti demikian hanyalah pinjaman belaka dari ALLAH dan tidak dapat dipegangnya terus. Imbangan kekuatan dan kekuasaan yang terbagi-bagi dan terbelah-belah di dunia ini tidak ada yang kekal. Pepatah melayu yang terkenal “Sekali air gedang, sekali tepian berobah benar-benar tepat untuk dipasangkan pada permukaan bumi ini. Belanda mempunyai kekuasaan ditanah jajahannya, yang mereka namai ‘Hindia Belanda’ selama 350 tahun. Mereka lukiskan dalam uang yang beredar dilambang negara mereka yang berslogan ‘Je Maintedrai’, yang berarti ‘tidak akan aku lepaskan lagi’. Setelah datang penyerangan tentara Jepang, kekuasaan yang 350 tahun itu hanya dapat mereka pertahankan selama 1 minggu saja (7 hari). Setelah sampai 7 hari merekapun menyerah kepada tentara Jepang dengan tiada bersyarat.”

                “Phanta Rei !” semua berobah ! itulah peraturan yang berlaku dalam ala mini. Bila tiba waktunya, keadaanpun yang berkisar, yang di atas ke bawah, yang di bawah ke atas, yang telah tua gugur, yang muda datang menggantikan, buat kelak gugur pula. Tak ada yang tetap.

                Naiknya seorang menjadi penguasa pun hanyalah karena adanya pengakuan. Setelah orang banyak mengakui, dengan angkatan tertentu, barulah dia berkuasa. Sedang ALLAH sebagai Maha Kuasa dan Maha Menentukan, tidaklah Dia berkuasa karena diangkat. Meskipun misalnya berkumpul segala isi bumi untuk mendurhakai kekuasaan ALLAH, yang akan jatuh bukanlah ALLAH, melainkan yang memungkiri kekuasaan ALLAH itu.

                Itulah pula sebabnya maka mustahil ALLAH itu  beranak. Sebab ALLAH hidup selama-lamanya dan Maha Kuasa untul selama-lamanya. ALLAH tidak memerlukan wakil dan calon pengganti-Nya jadi Tuhan yang akan naik tahta kalau Dia mati. Amat Suci ALLAH dari apa yang demikian. Maka pemeluk-pemeluk agama yang mengatakan bahwa ALLAH itu beranak, membuka pintu bagi kelemahan ALLAH, sehingga Dia perlu dibantu oleh anaknya, atau ALLAH merasa diri-Nya akan mati, sebab itu Dia mengangkat anak yang akan menggatikanNya kelak, dan selama ALLAH itu masih Maha Kuasa, si anak menganggur saja tidak ada yang dikerjakan.

                “dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu (ujung ayat pertama). Sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa, Pembahagi Kekuasaan kepada sekalian raja dan penguasa di dunia, di seluruh ala mini, baik di bumi ataupun di langit, ALLAH lah Yang Maha menentukan segala sesuatu. Segala sesuatu adalah meliputi segala sesuatu, baik yang sangat besar maupun yang sangat kecil. Misalnya yang sangat besar adalah matahari dengan segala bintang–bintang yang menjadi satelitnya. Rangkaian bintang-bintang itu dalam pertalian keluarga dengan matahari, dalam ukuran jarak jauh dan jarak dengan yang tertentu, sehingga terdapat keseimbangan, maka rangkaian itu pulalah yang terdapat pada alam yang sekecil-kecilnya. Alam yang sekecil-kecilnya itulah yang dikenal dengan nama atom atau zarrah. Kecilnya zarrah itu menyebabkan dia tidak dapat dibagi lagi. Kata a dan tom adalah kata majemuk, dua kata tergabung satu. A artinya tidak, TOM artinya terbagi. Atom artinya tidak terbagi lagi. Disebut juga Al Jauharul fardd ! Jauhar yang tunggal ! namun demikian, setelah diadakan kajian yang lebih mendalam didapatkan bahwa atom itupun massih berkeadaan seperti matahari juga. Yaitu masih mempunyai satelit. Sehingga satelit-satelit itu diberi namanya sendiri, sejak dari neutron yang jadi ini, lalu kepada electron dan proton. Pengetahuan tentang ketentuan ini barulah didapat setelah diadakan penyelidikan yang seksama.

                Kita ambil saja perumpamaan melihat kepala gajah ..(to be continued. Insya ALLAH).

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Subhanallah, Walhamdulillah, Walaaillahailallah Wallahu Akbar.

sungguh indah kalimat-kalimat ALLAH SWT.

mari semangat membaca Al Qur’an, tafsirnya, serta mentadabburinya.

selagi kesematan masih ada.

ayo berlomba mengisi sisa usia kita dengan sebaik-baik kemanfaatan.

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

One thought on “Tafsir QS. Al Mulk [67] : 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s