APA ITU TADABBUR QURAN?

By: UBN [Ust. Bachtiar Nasir]

 

IFTITAH

“Jika anda ingin mendapatkan mutiara dari dasar samudra, apa yang akan anda lakukan? Demikian pula mutiara Al Quran, hanya akan anda dapatkan dengan menyelami kedalamannya.”

 

Berquran yang fungsional berarti menghalalkan yang dihalalkan Al Quran dan mengaharamkan yang diharamkan Al Quran dalam kehidupan, serta menjadikan Al Quran sebagai panduan membangun peradaban dunia dengan penuh kemantapan keyakinan dan kesungguhan dalam pelaksanaan.

TADABBUR adalah sebuah pendekatan yang diinginkan Al Quran untuk mendapatkan mutiara-mutiaranya agar dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

 

DEFINISI TADABBUR QURAN

ð  Definisi Etimologis/ Bahasa

Tadabbur artinya memandang kepada akibat sesuatu dan memikirkannya. Mentadabburi perkataan, maksudnya memperhatikannya dari permulaan hingga akhir, kemudian mengulangi perhatian itu berkali-kali.

Oleh karenanya ada yang mengatakan bahwa kata tadabbur itu berasal dari pengertian memandang kepada bagian-bagian akhir berbagai urusan serta akibat -akibatnya atau dengan kata lain memandang sesuatu dibalik sesuatu dan memahami akibat yang ditimbulkannya. Contohnya: memperhatikan perkataan. Sebagaimana firman ALLAH Ta’ala berikut ini:

“Maka tidakkah mereka menghayati firman (ALLAH) ….” (TQS. Al Mu’minuun: 68)

ð  Definisi Terminologis/ Istilah

  • Menurut Ibnul Qayyim: “Menajamkan mata hati terhadap makna-makna Al Quran dan memusatkan pikiran untuk merenungi dan mempelajarinya.”
  • Menurut Ulama lain: “Berpikir mendalam dan menyeluruh sampai kepada kandungan makna yang paling dalam dan tujuan-tujuannya yang terjauh.”

DALIL-DALIL TADABBUR QURAN

 

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (TQS. Shaad: 29)

 

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (TQS. An Nisaa: 82)

 

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (TQS. Muhammad: 24)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s