Penerimaan Santri Baru Ar Rahman Quranic College

0

penerimaan mhs baru aqc

Iklan

DELAPAN ALASAN MEMBELA PALESTINA

0

1. Kiblat pertama umat Islam

2. Tempat terjadinya Isra dan Mi’raj Rasulullah SAW

3. Satu dari tiga masjid yang dimuliakan

4. Masjid kedua yang dibangun di muka bumi

5. Masjid pertama tempat dilaksanakannya shalat fardhu

6. Tanah kelahiran dan pemakaman para Nabi dan Rasul

7. Tanah jihad dan didalamnya ada Tha’ifah Al Mansrah yang selalu menegakkan kebenaran dan mengorbankan api jihad dimana api jihad itu berusaha dipadamkan

8. Negara pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia

YANG PERTAMA :)

0

1. Orang yang pertama menulis Bismillah :
Nabi Sulaiman AS.
2. Orang yang pertama minum air zamzam :
Nabi Ismail AS.
3. Orang yang pertama berkhitan :
Nabi Ibrahim AS.
4. Orang yang pertama diberikan pakaian pada hari qiamat :
Nabi Ibrahim AS.
5. Orang yang pertama dipanggil oleh Allah pada hari qiamat :
Nabi Adam AS.
6. Orang yang pertama mengerjakan sa’i antara Safa dan Marwah :
Sayyidatina Hajar (Ibu Nabi Ismail AS)

 

7. Orang yang pertama dibangkitkan pada hari qiamat :
Nabi Muhammad SAW

 

8. Orang yang pertama menjadi khalifah Islam :
Abu Bakar AsSiddiq RA

 

9. Orang yang pertama menggunakan tarikh hijrah:
Umar bin Al-Khattab RA

 

10. Orang yang pertama meletakkah jawatan khalifah dalam Islam:
Al-Hasan bin Ali RA

11. Orang yang pertama menyusukan Nabi SAW:
Thuwaibah RA

12. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan lelaki :
Al-Harith bin Abi Halah RA

13. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan wanita:
Sumayyah binti Khabbat RA

14. Orang yang pertama menulis hadits di dalam kitab / lembaran :
Abdullah bin Amru bin Al-Ash RA

15. Orang yang pertama memanah dalam perjuangan fisabilillah :
Saad bin Abi Waqqas RA

16. Orang yang pertama menjadi muadzin dan melaungkan azan:
Bilal bin Rabah RA

17. Orang yang pertama bersembahyang dengan Rasulullah SAW :
Ali bin Abi Tholib RA

18. Orang yang pertama membuat mimbar masjid Nabi SAW:
Tamim Ad-dary RA

19. Orang yang pertama menghunuskan pedang dalam perjuangan fisabilillah :
Az-Zubair bin Al-Awwam RA

20. Orang yang pertama menulis sirah Nabi SAW:
Ibban bin Othman bin Affan RA

21. Orang yang pertama beriman dengan Nabi SAW :
Khadijah binti Khuwailid RA

22. Orang yang pertama mengasaskan usul fiqh :
Imam Syafei RH

23. Orang yang pertama membina penjara dalam Islam:
Ali bin Abi Tholib RA

24. Orang yang pertama menjadi raja dalam Islam :
Muawayah bin Abi Sufyan RA

25. Orang yang pertama membuat perpustakaan awam :
Harun Ar-Rasyid RH

26. Orang yang pertama mengadakan baitul mal :
Umar Al-Khattab RA

27. Orang yang pertama menghafal Al-Quran selepas Rasulullah SAW:
Ali bin Abi Tholib RA

28.Orang yang pertama membina menara di Masjidil Haram Mekah :
Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur RH

29. Orang yang pertama digelar Al-Muqry :
Mus’ab bin Umair RA

30. Orang yang pertama masuk Syurga :
Nabi Muhammad SAW

TENTANG BERTEPATANNYA HARI ‘IED DENGAN HARI JUMAT

0

بسم الله الرحمن الرحيم

Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta` Fatwa no. 2358, tentang bertepatannya hari ‘Ied dgn hari Jum’at :

Pertanyaan :

Pada tahun ini bertemu dalam sehari dua hari raya, yaitu : Hari Jum’at dan ‘Idul Adh-ha. Manakah yang benar : Kita tetap melaksanakan shalat zhuhur jika kita tidak shalat Jum’at, ataukah kewajiban shalat zhuhur gugur apabila kita tidak shalat Jum’at?

Jawaban :

Barangsiapa yang melaksanakan shalat ‘Id bertepatan dengan hari Jum’at, maka dia diberi rukhshah (keringanan) untuk meninggalkan shalat Jum’at pada hari tersebut, kecuali imam. Adapun imam, tetap wajib atasnya menegakkan shalat Jum’at bersama kaum muslimin yang hadir shalat Jum’at, baik yang sudah shalat ‘Id maupun tidak shalat ‘Id. Apabila tidak ada seorang pun yang hadir, maka gugurlah kewajiban Jum’at darinya, dan dia melaksanakan shalat Zhuhur.

(Para ‘ulama yang berpendapat demikian) berdalil dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab Sunan-nya dari Iyas bin Abi Ramlah Asy-Syami berkata :

« شهدت معاوية بن أبي سفيان وهو يسأل زيد بن أرقم قال: أشهدت مع رسول الله صلى الله عليه وسلم عيدين اجتمعا في يوم؟ قال: نعم، قال: فكيف صنع؟ قال: صلى العيد ثم رخص في الجمعة، فقال: من شاء أن يصلي فليصل، »

Aku menyaksikan Mu’awiyah bin Abi Sufyan sedang bertanya kepada Zaid bin Arqam, “Apakah engkau menyaksikan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dua ‘Id bertepatan pada satu hari?” Zaid menjawab, “Ya.” Mu’awiyah bertanya lagi, “Bagaimana yang beliau lakukan?” Zaid menjawab, “Beliau mengerjakan shalat ‘Id kemudian memberikan rukhshah (keringanan) untuk shalat Jum’at. Beliau mengatakan, Barangsiapa yang hendak mengerjakan shalat (Jum’at), maka silakan mengerjakan shalat (Jum’at).” [1]

Juga berdalil dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya juga dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda :

« قد اجتمع في يومكم هذا عيدان، فمن شاء أجزأه من الجمعة، وإنا مجمعون »

Telah terkumpul pada hari kalian ini dua ‘Id. Barangsiapa yang mau maka itu sudah mencukupinya dari shalat Jum’at. Sesungguhnya kita memadukan (dua ‘id). [2]

Dalil-dalil tersebut menunjukkan bahwa rukhshah (keringanan) tersebut untuk shalat Jum’at bagi barangsiapa yang telah menunaikan shalat ‘Id pada hari tersebut.

Sekaligus diketahui bahwa tidak berlaku rukhshah bagi imam, karena sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits tersebut, “Sesungguhnya kita memadukan (dua ‘id).” Juga berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari shahabat An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma :

« أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقرأ في صلاة الجمعة والعيد بسبح والغاشية، وربما اجتمعا في يوم فقرأ بهما فيهما »

“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dulu membaca dalam shalat Jum’at dan shalat ‘Id surat Sabbihis dan surat Al-Ghasyiyah. Terkadang dua ‘Id tersebut bertemu/bertepatan dalam satu hari, maka beliau membaca dua surat tersebut dalam dua shalat (”Id dan Jum’at).”

Barangsiapa yang tidak menghadiri shalat Jum’at bagi yang telah menunaikan shalat ‘Id, maka tetap wajib atasnya untuk shalat Zhuhur, berdasarkan keumuman dalil-dalil yang menunjukkan kewajiban shalat Zhuhur bagi yang tidak shalat Jum’at.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

Al-Lajnah Ad-Da`imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta`,Ketua: ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz, Wakil Ketua: ‘Abdurrazzaq ‘Afifi, Anggota: ‘Abdullah bin Ghudayyan, Anggota: ‘Abdullah bin Qu’ud.

 

____________________________________________________________________________________

Fatwa Syeikh Bin Baz seputar bertepatannya hari ‘Ied dgn hari Jum’at :

 

Fatwa Syaikh bin Baz, saat ditanya : Apa hukum shalat Jum’at jika bertepatan dengan hari ‘Id, apakah wajib menegakkannya atas seluruh kaum muslimin, ataukah hanya wajib atas sekelompok tertentu saja? Karena sebagian orang berkeyakinan bahwa apabila hari ‘Id bertepatan dengan hari Jum’at berarti tidak ada shalat shalat Jum’at.

Jawab : Tetap wajib atas imam dan khathib shalat Jum’at untuk menega

kkan shalat Jum’at, hadir ke masjid, dan shalat berjama’ah mengimami orang-orang yang hadir di masjid. Karena dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegakkan shalat Jum’at pada hari ‘Id, beliau ‘alahish shalatu was salam melaksanakan shalat ‘Id dan shalat Jum’at. Terkadang beliau dalam shalat ‘Id dan shalat Jum’at sama-sama membaca surat Sabbihisma dan surat Al-Ghasyiyah, sebagaimana dikatakan oleh shahabat An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma dalam riwayat yang shahih dari beliau dalam kitab Shahih (Muslim).

Namun bagi orang yang yang telah melaksanakan shalat ‘Id, boleh baginya untuk meninggalkan shalat Jum’at dan hanya melaksanakan shalat Zhuhur di rumahnya atau berjama’ah dengan beberapa orang saudaranya, apabila mereka semua telah melaksanakan shalat ‘Id.

Apabila dia melaksanakan shalat Jum’at berjama’ah maka itu afdhal (lebih utama) dan akmal (lebih sempurna). Namun apabila ia meninggalkan shalat Jum’at, karena ia telah melaksanakan shalat ‘Id, maka tidak mengapa, namun tetap wajib atasnya melaksanakan shalat Zhuhur, baik sendirian ataupun berjama’ah. Wallahu Waliyyut Taufiq

(Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah XII/341-342)

 

Ustadz Bachtiar Nasir Masuk Penjara Grobogan Bali

1

Ada yang menarik dalam lawatan dakwah Pimpinan Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Center Ustadz Bachtiar Nasir di Bali pasca Ramadhan dan Idul Fitri. Begitu tiba di Bandara Ngurah Rai dan Hotel Aston Denpasar, Ustadz BN, begitu alumni Universitas Islam Madinah Arab Saudi ini akrab disapa, langsung menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Grobogan Denpasar Bali. Tak hanya menyapa para warga binaan Lapas Grobogan dengan menyampaikan khutbah Jumat, Ustadz BN pun mengajak bicara dari hati ke hati sambil berdiskusi dengan para jamaah usai shalat Jumat.

Pimpinan AQL (Ar-Rahman Qur’anic Learning) Center Ustadz Bachtiar Nasir (berdiri dan bergamis) tengah memotivasi para warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Grobogan Denpasar Bali untuk meninggalkan kejahatan dan berubah kepada kehidupan yang lebih baik.

Mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang warna putih dibalut gamis warna biru dan sorban berwarna merah serta peci hitam, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini mengajak ratusan warga Lapas Grobogan yang Jumat itu kebanyakan mengenakan baju koko putih untuk senantiasa bersabar dan tetap bertawakal, serta memohon ampun kepada Allah, agar dihapuskan segala dosa atas kesalahan yang pernah dilakukan.

”Anda adalah orang-orang yang terhomat dan mulia jika Anda senantiasa berada dalam ketakwaan kepada Allah SWT. Orang yang terhormat dan mulia bukanlah orang kaya atau memiliki jabatan yang tinggi, tapi orang terhormat dan mulia adalah orang yang membuka dirinya bersungguh-sungguh bertakwa kepada Allah saja. Jadi, ukuran orang terhormat dan mulai bukan karena sedang di penjara atau di luar penjara, tapi ukurannya apakah dia mau mengubah dirinya atau tidak?” tandas Ustadz BN dalam khutbah Jumatnya.

Ustadz BN yang datang ke Lapas Grobogan karena rasa cintanya yang tinggi kepada para penghuni Lapa mengungkapkan, ”Insya Allah kalau Anda mau menerimanya,  masjid ini akan menjadi yang tempat sangat indah untuk merasakan puncak kemerdekaan Anda. Anda bisa membahagiakan kedua orang tua Anda di luar sana. Anda sebetulnya cuma sial saja. Siapa di dunia ini orang yang tidak punya kesalahan dan dosa? Seandainya ustadz-ustadz, pejabat mau pun presiden dibongkar kesalahannya oleh Allah, mungkin mereka sudah terlebih dulu masuk penjara.”

Ustadz BN kemudian mengungkapkan bagaimana seorang yang normal, orang suci, orang terhormat yaitu al karim ibnul karim ibnul karim ibnul karim (orang mulia, dari ayah yang mulia, dari kakek yang mulia dan dari buyut yang mulia), yaitu Yusuf bin Ya’qub, bin Ishak bin Ibrahim, orang tiga lapis keturunannya adalah anak nabi, justru menginginkan masuk penjara dari pada mengikuti keinginan orang-orang di luar penjara. Buat Yusuf alaihissalam, penjara menjadi tempat suci bagi Yusuf alaihissalam. ”Yusuf setelah keluar dari penjara memangku jabatan perbendaharaan, menjadi orang yang sangat terhormat dan berkuasa di Mesir,” ungkap Ustadz BN.

Mentadabburi kisah Nabi Yusuf as, Ustadz BN mengingatkan agar para warga binaan Lapas, tetap hanya berharap kepada Allah saja untuk bisa cepat keluar dari penjara tersebut. Karena, jelasnya, Nabi Yusuf pernah berharap kepada temannya supaya cepat dibebaskan dari penjara, namun justru ditambah masa tahanannya selama tujuh tahun oleh Allah. Lantaran Nabi Yusuf pernah bergantung pada mahluk selain Allah SWT. “Jadi, selayaknya memang hanya kepada Allah-lah kita berharap dan bergantung, karena cuma Dia yang bisa memerdekakan hidup kita,” tandasnya.

Dalam tausiyah interaktifnya usai shalat Jumat, alumni Pondok Modern Gontor Ponorogo ini mengajak para warga binaan Lapas Grobogan untuk kembali kepada Allah dengan rajin membaca Al Qur’an, agar penjara tempat mereka dibui justru menjadi ‘surga’ di dunia. “Insya Allah, dengan memperbanyak membaca ayat-ayat Al Qur’an serta berzikir dan bershalawat, kita akan mendapat pula surga-Nya Allah di akhirat kelak,” ujarnya.

Dengan mengambil contoh mantan seorang pimpinan Lapas yang karena kesalahannya sekarang menjadi tahanan di Lapas yang pernah dipimpinnya, Ustadz BN mengungkapkan,, justru dia sekarang malah bersyukur. Pasalnya, dengan status barunya sebagai tahanan, jiwanya sekarang lebih tenang setelah dekat dengan Allah karena bisa banyak membaca Al Qur’an di dalam penjara.

Dalam kesempatan tanya-jawab dengan para tahanan, Ustadz BN sempat bertauisyah dengan bahasa Inggris, ketika menjawab pertanyaan  Ghuram seorang narapidana asal Inggris yang terjerat kasus Narkoba. Ketika ditanya apakah dosa mengkonsumsi minuman keras sama hukumnya dengan mengkonsumi narkoba, Ustadz BN dengan tegas menjelaskan secara fiqih sama besar dosanya. “Karena menuman keras dan narkoba sama-sama berdampak menghilangkan akal sehat manusia, karenanya diharamkan dalam Islam,” tegasnya.

Dalam acara yang diawali dengan makan siang yang merupakan sumbangan dari para pengurus dan anggota Ar-Rahman Bali yang melakukan safari dari masjid ke masjid setiap Jumat dengan menyebar ratusan nasi bungkus, Ustadz BN sempat menjelaskan tentang rumus menjadi orang sukses di dunia yang sesungguhnya. Yaitu bukan orang yang banyak uang, punya mobil mewah dan rumah mewah. Ini salah besar!

“Jadilah Anda orang sukes sejati yang nyata dengan hanya takut pada ancaman neraka-Nya Allah dan hanya berharap pada surga-Nya Allah,” tandasnya seraya menambahkan, “Kalau Anda hanya berharap pada cinta-Nya Allah di dalam penjara ini,  istri dan anak Anda di rumah akan setia dan bangga pada Anda. Jika Allah sudah jatuh cinta pada hamba-Nya yang juga mencintaiNya, Ia akan menugaskan para malaikat-Nya untuk menjaga dan memberi rezeki orang yang Anda kasihi di rumah.”

Di akhir tausiyahnya, Ustadz BN menegaskan, sebenarnya orang-orang yang berada di luar penjara belum tentu sebagai orang yang merdeka secara hakiki. Melainkan, mereka orang-orang yang terpenjara karena mengikuti hawa nafsunya. “Selamat datang di dunia bebas sesungguhnya walau Anda berada di penjara dunia ini, karena Anda hanya takut pada siksa-Nya Allah,” tandas Ustadz BN memotivasi para penghuni Lapas Grobogan, Denpasar-Bali.

Dalam kesempatan berda’wah selama empat hari; Jumat-Senin, 7-10 September 2012 bersama AQL Bali, Ustadz Bachtiar Nasir juga sempat mengisi pengajian di Majelis Ta’lim Istiqomah, Denpasar,  Kuliah Subuh di Masjid At-Taqwa Polda Bali, memberikan materi pada Workshop Tadabbur Qur’an dan  Khalifa Club Bali di Hotel Aston Denpasar, mengisi Kuliah Subuh di Masjid Baitul Makmur Komplek Perumnas Monang-Maning, Denpasar, mengisi Majelis Tadabbur Qur’an di Masjid Agung Sudirman lingkungna Pandam Udayana serta menghadiri Silaturrahim MUI Prov. Bali dan terakhir mengisi Kuliah Subuh di Masjid Ali Harits Senin pagi sesaatu sebelum meninggalkan Denpasar Bali.

–REPUBLIKA.CO.ID,  DENPASAR —
Tampilan di Republika Online

BUKTI NYATA SYI’AH BUKAN ISLAM

2

Dikalangan kita banyak yang
mengatakan bahwa Syiah itu bagian
dari Islam ternyata SALAH.Ternyata
syiah bukan Islam, Syiah Punya
agama tersendiri.
Berikut ini adalah perbedaan yang
sangat menonjol antara agama
Islam dengan agama Syi’ah, yang
dengannya mudah-mudahan kaum
muslimin dapat mengetahui hakekat
sebenarnya ajaran agama Syi’ah.

1. Pembawa Agama Islam adalah
Muhammad Rasulullah.

1. Pembawa Agama Syi’ah adalah
seorang Yahudi bernama Abdullah
bin Saba’ Al Himyari. [Majmu’
Fatawa, 4/435]

2. Rukun Islam menurut agama
Islam:
1. Dua Syahadat
2. Sholat
3. Puasa
4. Zakat
5. Haji
[HR Muslim no. 1 dari Ibnu Umar]

2. Rukun Islam ala agama Syi’ah:
1. Sholat
2. Puasa
3. Zakat
4. Haji
5. Wilayah/Kekuasaan
[Lihat Al Kafi Fil Ushul 2/18]

3. Rukun Iman menurut agama
Islam ada 6 perkara , yaitu:
1. Iman Kepada Allah
2. Iman Kepada Malaikat
3. Iman Kepada Kitab-Kitab
4. Iman Kepada Para Rasul
5. Iman Kepada hari qiamat
6. Iman Kepada Qadha Qadar.

3. Rukun Iman ala Agama Syi’ah
ada 5 Perkara, yaitu:
1. Tauhid
2. Kenabian
3. Imamah
4. Keadilan
5. Qiamat

4. Kitab suci umat Islam Al Qur’an
yang berjumlah 6666 ayat
(menurut pendapat yang masyhur).

4. Kitab suci kaum Syi’ah Mushaf
Fathimah yang berjumlah 17.000
ayat (lebih banyak tiga kali lipat dari
Al Qur’an milik kaum Muslimin).
[Lihat kitab mereka Ushulul Kafi
karya Al Kulaini 2/634]

5. Adzan menurut Agama Islam:
(Allōhu akbar) 4 kali
(Asyhadu allā ilāha illallōh) 2 kali
(Asyhadu anna Muhammadan
rōsulullōh) 2 kali
(Hayya ‘alash Sholāh) 2 kali
(Hayya ‘alal falāh) 2 kali
(Allōhu akbar) 2 kali
(Lā ilāha illallōh) 1 kali
Lihat Video Adzan Agama Islam

5. Adzan Ala Agama Syi’ah:
(Allōhu akbar) 4 kali
(Asyhadu allā ilāha illallōh) 2 kali
(Asyhadu anna Muhammadan
rōsulullōh) 2 kali
(Asyhadu anna ‘Aliyyan waliyullōh)
2 kali
(Hayya ‘alash Sholāh) 2 kali
(Hayya ‘alal falāh) 2 kali
(Hayya ‘alā khoiril ‘amal) 2 kali
(Allōhu akbar) 2 kali
(Lā ilāha illallōh) 2 kali
Lihat Video Adzan Agama Syiah

6. Islam meyakini bahwa sholat
diwajibkan pada 5 waktu.

6. Agama Syi’ah meyakini bahwa
sholat diwajibkan hanya pada 3
waktu saja.

7. Islam meyakini bahwa sholat
jum’at hukumnya wajib. [QS Al
Jumu’ah:9]

7. Agama Syi’ah meyakini bahwa
sholat jum’at hukumnya tidak
wajib.

8. Islam menghormati seluruh
sahabat Rasulullah dan meyakini
mereka orang-orang terbaik yang
digelari Radhiallohu ‘Anhum oleh
Allah. [QS At Taubah:100]

8. Agama Syi’ah meyakini bahwa
seluruh sahabat Rasulullah telah
kafir (Murtad) kecuali Ahlul Bait
(versi mereka), salman Al Farisi, Al
Miqdad bin Al Aswad, Abu Dzar Al
Ghifari. [Ar Raudhoh Minal Kafi Karya
Al Kulaini 8/245-246]

9. Islam meyakini bahwa Abu
Bakar adalah orang terbaik dari
umat ini setelah Rasulullah ,
kemudian setelahnya Umar bin Al
Khatthab, lalu Utsman bin ‘Affan,
lalu ‘Ali bin Abi Thalib.

9. Agama Syi’ah meyakini bahwa
orang terbaik setelah Rasulullah
adalah Ali bin Abi Thalib, adapun
Abu Bakar dan Umar bin Al Khatthab
adalah dua berhala quraisy yang
terlaknat. [Ajma’ul Fadha’ih karya Al
Mulla Kazhim hal. 157].

10. Islam meyakini bahwa Abu
bakar adalah orang yang paling
berhak menjadi khalifah
sepeninggal Rasulullah.

10. Agama Syi’ah meyakini bahwa
orang yang paling berhak menjadi
khalifah sepeninggal Rasulullah
adalah Ali bin Abi Thalib.

11. Islam meyakini bahwa Abu
Bakar adalah khalifah pertama
yang sah.

11. Agama Syi’ah memposisikan
Abu Bakar sebagai perampas
kekhalifahan dari ‘Ali bin Abi
Thalib

12. Islam meyakini bahwa
Mu’awiyah bin Abi Sufyan, ‘Amr
bin Al ‘Ash, Abu Sufyan termasuk
sahabat Rasulullah

12. Agama Syi’ah meyakini bahwa
mereka pengkhianat dan telah
kafir (Murtad) dari Islam.

Perhatian:

Semua yang kami
sampaikan ini bersumberkan dari
kitab-kitab yang mereka jadikan
rujukan dan sebagiannya dari situs
resmi mereka.