(: Muqoddimah :)

Tidak ada kenikmatan yang melebihi nikmatnya membaca Al Quran.

ALAM RAYA ADALAH AL QUR’AN VISUAL (BERGAMBAR)

AL QUR’AN ADALAH ALAM DALAM BENTUK TULISAN

NABI MUHAMMAD SAW ADALAH AL QUR’AN BERJALAN

Mendengarkan saja nikmat, apalagi membacanya. Ya ALLAH terima kasih karena telah Engkau anugerahkan Al Qur’an sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW. Sebuah pedoman hidup yang bahwasanya jika kita berpedoman teguh padanya, niscaya kita tak akan pernah tersesat. Hamba bangga ya ALLAH menjadi hamba-Mu, menjadi umat Nabi Muhammad SAW.

Al Qur’an adalah pedoman hidupku. Aku tahu bahwasanya setiap manusia memiliki kekhilafan. Dan dirikupun tergolong ke dalam orang-orang yang berpeluang melakukan kekhilafan. Hal ini bukanlah menjadi alasan untuk kita terus-terusan melakukan penyimpangan dengan berkedok kekhilafan. Karena bahwasanya penyimpangan itu timbul akibat dari jauhnya kita dari Sang Pedoman Hidup. Sebagaimana tertera dalam QS. An Naml : 1-5 berikut.

1. Thaa Siin (Surat) ini adalah ayat-ayat Al Quran, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan,

2. untuk menjadi petunjuk dan berita gembira untuk orang-orang yang beriman,

3. (yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.

4. Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan).

5. Mereka itulah orang-orang yang mendapat (di dunia) azab yang buruk dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi.

Ayat-ayat diatas menjelaskan bahwa Al Qur’an adalah pedoman hidup dan berita gembira bagi orang-orang mu’min. Jadi bukan hal yang mustahil bahwa derajat penyimpangan kita dari jalan yang lurus akan sebanding dengan tingkat kejauhan kita dengan Al Qur’an.

Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang dihafal oleh ribuan dan puluhan ribu orang, di dalam hati mereka, kecuali Al Qur’an ini, yang telah dimudahkan oleh Allah SWT untuk diingat dan dihafalkan. Maka tidak aneh jika kita menemukan banyak orang, baik itu lelaki maupun perempuan, yang menghapal Al Qur’an dalam mereka. Ia juga dihafal oleh anak-anak kecil kaum Muslimin. Hal tersebut telah dijelaskan dalam Al Quran yaitu.


Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? [QS. Al Qomar : 17]

Al Qur’an tidak semata dijaga makna-makna, kalimat-kalimat serta lafazh-lafazhnya saja, namun juga cara membaca dan makhraj huruf-hurufnya. Seperti kata mana yang harus madd (panjang), mana yang harus ghunnah (dengung), izhhar (jelas), idgham (digabungkan), ikhfa (disamarkan) dan iqlab (dibalik). Seperti yang dipelajari pada suatu ilmu khusus yang dikenal dengan “Ilmu tajwid Al Qur’an“.

Subhanallah, Al Qur’an memang sangatlah istimewa kan???

Al-Qur’an memberikan petunjuk manusia kepada jalan yang lurus. Tidak ada keburukan di dalamnya, oleh karena itu sebaik-baik manusia adalah mereka yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.

Rasulullah SAW bersabda, ”Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori).

Adapun orang-orang yang selalu berinteraksi dengan Al Qur’an, maka ia pun paham akan makna kehidupan yang sesungguhnya. Interaksi disini bukan sekedar dilihat dari sisi kuantitasnya, tapi juga harus dilihat dari sisi kualitasnya. Walaupun ada diantara kita yang sering membaca Al Qur’an, namun tidak jarang pula kita melakukan hal-hal yang jelas-jelas dilarang sebagimana tertera di Al Quran, maka orang tersebut belum dapat dikategorikan sebagai golongan orang yang dekat dengan AL Qur’an.

Misalnya, si C sehari-harinya membaca Al Qur’an. Setiap selesai sholat ia selalu menyisihkan waktu untuk membaca Al Qur’an. Namun, ia hanya sekedar membaca. Melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an. Namun, dalam kesehariannya ia belum dapat memajemen lisannya, emosinya, bahkan cenderung angkuh karena merasa tergolong sebagai orang yang alim. Lisan yang tiap selesai sholat melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an, seolah-olah tidak menghasilkan dampak yang positif bagi kehidupannya dikarenakan lalainya ia dalam menjaga lisannya ketika berinterkassi dengan manusia. Tak jarang ia berkata kasar pada lawan bicaranya. Atau tanpa ia sadari perkataannya telah menyakiti perasaan orang lain. Tidakkah ia sadar dengan ucapan pepatah, “Mulutmu adalah harimaumu”. Bahkan di Al Qur’an pun telah dijelaskan dalam ayat berikut:

QS. Fushshilat ayat 33

Itu adalah satu dari sekian banyak contoh orang-orang yang secara kuantitatif akrab dengan Al Qur’an, namun kualitasnya mengecewakan. Adapula yang lebih mengecewakan, yaitu orang-orang yang mengaku bergama Islam namun amat jarang membaca Al Qur’an. Jangankan membaca, menyentuhnya pun mungkin dalam setahun dapat dihitung dengan jari. Naudzubillaahi mindzalikh….

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (Ali ‘Imran: 190-191).

“Maka mengapakah mereka tidak mau mentadabburi Al Qur’an? Apakah karena hati mereka terkunci mati?” (QS. Muhammad : 24)

Tidakkah kita tahu bahwasanya Al Qur’an itu amatlah terama sangat banyak mengandung hikmah, manfaat, tuntunan hidup dan segala kebaikan bagi diri kita sendiri.

QS. Al Israa ayat 82

QS. Al A'raaf ayat 204

Tidakkah kita tahu bahwasanya Al Qur’an itu amatlah terama sangat banyak mengandung hikmah, manfaat, tuntunan hidup dan segala kebaikan bagi diri kita sendiri.

“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”.(Al-Israa’ : 82)

“Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”. (QS. Al A’raaf : 204)

Saudaraku, percayalah bahwa semakin kita dekat dengan Al Qur’an, maka semakin baik pula ketenangan hati kita dalam menghadapi berbagai masalah dalam kehisupan kita. Jika aku harus berkata-kata tentang bagaimana indahnya AL Qur’an dan bagaimana setiap detail dalam kehidupan kita telah dijelaskan pada AL Qur’an, sungguh akan membutuhkan tulisan dan penjelasan yang banyak. Hal ini dikarenakan betapa sempurnanya Al Qur’an itu sendiri. Subhanallah… J

Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” [QS. Al Kahfi : 109]

Terbatas dengan ilmu dan pengalaman yang kumiliki serta didukung dengan berbagai sumber yang insya ALLAH terpercaya, maka kuniatkan tulisan ini untuk kemanfaatan umat. Dengan mengucap “Bismillahirrohmanirrohim” semoga berbagai tulisan saya berikutnya dapat membawa kemanfaatan bagi saudaraku sekalian🙂

2 thoughts on “(: Muqoddimah :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s